Sungguh, tidak diragukan bahwa penyakit nifaq lebih berbahaya daripada penyakit kekufuran. Ia terkatung-katung antara dua kelompok, yaitu kekafiran dan keimanan. Al-Qur’an menyatakan:
“Keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) golongan itu (orang-orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.”
(QS. An-Nisa, ayat 143)
Ibnu Katsir berkata, “Yakni, mereka tidak bersama orang-orang yang beriman, baik lahiriah maupun batiniahnya, juga tidak bersama orang-orang kafir. Sebab, lahiriah mereka bersama orang-orang yang beriman, sedangkan batiniah mereka bersama orang-orang kafir. Dan di antara mereka ada yang bimbang antara keimanan dan kekafiran. Kadang-kadang mereka condong kepada kaum muslimin dan kadang-kadang mereka condong kepada kaum kafirin.”
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
“Perumpamaan orang munafik itu seperti domba yang tersesat di antara dua kambing: kadang ia bergabung dengan kambing ini dan kadang-kadang bergabung dengan yang satu lagi, dan tidak tahu mengikuti kambing yang mana.”
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang lahiriah dan batiniahnya tidak sama sangat berbahaya daripada orang yang terang-terangan dalam kekufuran. Karena berperang melawan kekufuran bisa jadi selesai dalam waktu satu jam, hari, atau pekan. Berbeda dengan mereka yang menyembunyikan kekafirannya, karena mereka hidup bersama kaum muslimin di setiap waktu dan kesempatan, sehingga ia membongkar rahasia kaum muslimin kepada orang-orang kafir, dan dialah musuh yang sebenarnya.”
Allah ﷻ berfirman:
“Itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?”
(QS. Al-Munafiqun, ayat 4)
Dr. Abdul Karim Zaidan berkata, “Munafik lebih berbahaya dan lebih buruk daripada orang kafir, karena ia menyamakan antara iman dan kekufuran, ditambah lagi dengan penipuan (iman) dan penyesatan serta memberikan kesempatan kepada orang-orang kafir untuk memasuki komunitas atau barisan kaum muslimin sehingga ia dapat menyakiti kaum muslimin dengan leluasa. Sangat berbeda dengan kekafiran, karena mereka jelas, tidak samar sehingga ia tidak bisa melakukan tipu daya kepada kaum muslimin.”


Komentar